
SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab
NO : 936
Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com
Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab
Judul bahasan
Tuntunan Sesuai Al Quran dan Hadist untuk Anak yang Baru Lahir
💬 Pertanyaan
Nama: Vida
Angkatan: T04
Grup : 045
Nama Admin : Siti wahyu Hardianti
Nama Musyrifah : Atih Setiasih
Domisili : Pontianak
📨 TANYA USTADZ ❓
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه
Izin bertanya Ustadz,
1. Apa hukumnya mengadakan “acara” gunting rambut pada anak yang baru lahir?
2. Apa-apa saja tuntunan yang sesuai Al-Qur’an dan Hadist pada anak yang baru lahir ?
جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.
Jawaban
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والصلام على رسول الله اما بعد.
1️⃣ Mengunting rambut atau mencukur rambut ada perincian dalam hal ini.
A. Jika pelaksanaanya sesuai adat dengan dicukur oleh setiap anggota keluarga, dari kakek pihak ayah kakek pihak ibu, kemudian ayahnya, kemudian tokoh masyarakat dan ustdznya dan dalam acara itu disertakan dengan sholawat-sholawatan. Maka hal ini sama sekali tidak dianjurkan walaupun dilakukan dihari ke 7 dari hari kelahiran, karena tidak sesuai tuntunan agama.
B. Dilakukan sesuai dengan tuntunan agama. Maka menurut Jumhur ulama hukumnya Sunnah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كل غلام رهينة بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه، ويحلق ويسمى
“Setiap anak itu tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih sembelihan darinya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi)
2️⃣ Tuntunan sesuai Al Quran dan Hadist untuk anak yang baru lahir diantaranya;
a. Bersyukur atas karunia Allah
Anak termasuk nikmat Allah. Allah berfirman, yang artinya: “Harta dan anak adalah berhiasan kehidupan dunia.”
(QS. Al Kahfi: 46).
Oleh karena itu, apapun keadaannya, wajib disyukuri. Allah telah berjanji akan menambahkan nikmatNya. Allah berfirman, yang artinya, “Jika kamu bersyukur maka sungguh kami akan menambahkan nikmat untuk kalian.” (QS. Ibrahim: 7).
b. Tahnik
Tahnik adalah menyuapi bayi dengan kurma yang sudah dilumatkan.,Dianjurkan untuk mentahnik bayi di hari kelahirannya, dalilnya: Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi memberi nama bayiku Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan keberkahan.
(HR. Al Bukhari dan Muslim).
Jika tidak ada kurma bisa dengan madu.
c. Memberi ucapan selamat kepada orang tua bayi.
Dianjurkan bagi kerabat dekat, keluarga, tetangga untuk memberi ucapan selamat kepada orang tua bayi. Karena Allah memberi ucapan selamat kepada para nabi yang mendapatkan anak. Allah berfirman, yang artinya: “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya..” (QS. Maryam: 7).
Diantara yang dicontohkan adalah:
بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الـمَوهُوبِ لَكَ , وَ شَكَرْتَ الوَاهِبَ , وَ بَلَغَ أَشُدَّهُ , وَ رُزِقْتَ بِرَّهُ
“Semoga Allah memberkahi anak yang diberikan kepadamu, semoga kamu bisa mensyukuri Dzat Yang Memberi, dia bisa sampai dewasa, dan kamu mendapatkan ketaatan anakmu.”
(Dari Kitab Hisnul Muslim).
d. Menguburkan ari-ari
Tidak ada tata cara khusus ketika menguburkan ari-ari. Karena semua kebiasaan masyarakat ketika menguburkan ari-ari, semua berasal dari adat jawa. Tujuan ari-ari dikubur, agar tidak mengganggu orang lain.
e. Memberi nama
Dibolehkan memberi nama bayi di hari lahir dan baru diumumkan ketika aqiqah. Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu, ia mengatakan, “Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Nabi memberi nama bayiku: Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma, dan mendo’akannya dengan keberkahan.
(HR. Al Bukhari dan Muslim).
Di Hari Ketujuh
f. Aqiqah
Aqiqah untuk bayi hukumnya wajib bagi yang mampu. Bahkan Imam Ahmad menganjurkan untuk berhutang bagi yang kurang mampu. Imam Ahmad mengatakan, “Allah akan membantu melunasinya karena dia telah melestarikan sunnah.”
Diantara dalil bahwa aqiqah itu wajib bagi yang mampu adalah hadis dari Samurah bin Jundub radliallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya…”
(HR. Abu Daud, At Turmudzi, An Nasa’i dan dishahihkan Al Albani).
_Catatan_;
Adapun adzan ditelinga bayi saat lahir hadisnya dhoif, tidak bisa dijadikan sandaran amal.
والله تعالى أعلم بالصواب.
Dijawab oleh : Wukir Saputro Lc, M.Pd
Diperiksa oleh : …..
Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)
WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah