SBUMSBUM Ikhwan

SBUM IKHWAN NOMOR 353 – Dalil Makmum Mengikuti Gerakan Imam Dalam Sholat

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO :  353

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

Dalil Makmum Mengikuti Gerakan Imam Dalam Sholat

💬 Pertanyaan

Nama : Ahmad Amri Sanusi
Angkatan: ikhwan 2
Grup : N2.012
Nama Admin : Anas Ahmad
Nama Musyrif :
Domisili : jakarta

 

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz afwan izin bertanya.
1. Apakah sebagai makmum duduk tahiyat kita harus mengikuti imam?
Misal sholat subuh, bagi makmum yg merojihkan pendapat duduk iftirosy lalu imamnya tawarruk, apakah makmum tawarruk juga?

2. Jika masbuk pada rakaat 3 atau 4, bagaimana duduk tahiyat akhirnya?
Apakah kita duduk iftirosy karena bukan tahiyat akhir kita? Atau kita duduk tawarruk karena mengikuti imam?

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

 Jawaban

وعليكم السلام ورحمة اللّه وبركاته

بسم الله

1. Makmum harus mengikuti seluruh gerakan imam yang dilihat oleh makmum. Dalilnya sebagaimana yang terdapat dalam sebuah hadits.

إنّما جُعِل الإمامُ ليؤتَمَّ به فلا تختلِفوا عليه فإذا كبَّر فكبِّروا وإذا ركَع فاركَعوا وإذا قال: سمِع اللهُ لِمَن حمِده فقولوا: اللَّهمَّ ربَّنا لك الحمدُ وإذا صلّى قاعدًا فصلُّوا قعودًا أجمعونَ ( متفق عليه)

Sesungguhnya dijadikan imam untuk diikuti, maka jangan berselisih dengannya. Ketika (imam) takbir, maka takbirlah kalian semua, ketika rukuk, maka rukuklah kalian semua.” Muttafaq ‘alaihi.

Maka dari hadits diatas, seorang makmum harus ikut imam apabila mengetahui kondisi imam, tapi apabila kondisi makmum jauh dari imam maka makmum boleh memilih bentuk duduk yang dikuatkan pada posisi tahiyat akhir pada sholat dua rakaat.
Adapun gerakan imam secara umum seperti ruku’, sujud, i’tidal dan lain lain maka makmum wajib ikut gerakan imam.

2. Yang wajib adalah duduknya, namun cara duduknya apakah tawarruk, iftirasy atau iq’a, ini mustahab. Sehingga andaikan seseorang cara duduknya tidak sesuai tuntunan maka tidak sampai berdosa dan tidak sampai membatalkan shalatnya.

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan:

قال أصحابنا لا يتعين للجلوس في هذه المواضع هيئة للإجزاء بل كيف وجد أجزأه، سواء تورك، أو افترش، أو مد رجليه، أو نصب ركبتيه أو أحدهما أو غير ذلك

“Para ulama mazhab kami tidak mewajibkan tata cara duduk tertentu di posisi-posisi tersebut, tidak dianggap sebagai hal yang dipersyaratkan dalam shalat. Bahkan bagaimanapun cara duduknya, itu sudah mencukupi. Apakah tawarruk, iftirasy, menjulurkan kedua kaki, menegakkan kedua lutut, atau menegakkan salah satunya, atau cara duduk yang lainnya, (itu semua sah)”. (Al-Majmu’, 3/450).

Hanya saja pada hadis sebelumnya yang menjelaskan wajibnya mengikuti imam, hal itu apabila kondisi makmum sama dengan imam. Artinya makmum bukan dalam keadaan masbuk. Kalau dalam keadaan masbuk, maka silahkan bagi makmum memiih bentuk duduk yang dia yakini, adapun jika kondisi makmum tidak dalam keadaan masbuk, dan kondisinya sama dengan imam, maka makmum wajib mengikuti gerakan imam yang terlihat.

والله تعالى أعلم

  Dijawab oleh : Ustadz Mahatir Fathoni S.Ag

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Ayo berbelanja di Merchandise GiS

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button