SBUMSBUM Akhwat

T 044. CARA MENGHADAPI TEMAN YANG MENGECEWAKAN

Pendaftaran Grup Islam Sunnah (GiS)

CARA MENGHADAPI TEMAN YANG MENGECEWAKAN

(Sobat Bertanya Ustadz Menjawab)

 

Pertanyaan

Nama : Meilisa

Angkatan : 01

Grup : 22

Domisili :

 

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, izin bertanya.

Bagaimana cara menghadapi teman yang sudah dekat dengan kita, tapi kita merasa dikecewakan olehnya dan sulit untuk dekat lagi bersama teman seperti dulu?

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم

 

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة اللّه وبركاته

بسم الله

 

Wa jazaakillahu khayran.

Pertanyaan yang sangat bagus sekali dari Ukhti Meilisa hafizhakillah (semoga Allah menjagamu).

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan hidayah Islam dan Sunnah serta akhlak yang mulia kepada kita semuanya.

Cara menghadapinya tentu saja dengan:

  1. Bersabar
  2. Tidak membalas keburukannya
  3. Memberikan nasihat kepadanya
  4. Membalas keburukan dengan kebaikan

Sehingga orang yang bersabar akan kembali kepada kebenaran, lantas ia pun bisa mengawali amal perbuatan dengan baik.

Mari kita simak, pahami dan berusaha mengamalkan apa yang dijelaskan oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafizhahullah :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala membangun masyarakat Islam dengan landasan yang sangat kuat juga saling berkaitan, dengannya keberadaan ummat Islam bisa tertata rapi sehingga menjadi satu jasad.

Akan tetapi, di antara sifat manusia adalah kekurangan, lupa dan lalai karena itu terkadang ia melakukan sesuatu yang bisa menyakiti saudaranya.

Lantas jika mereka menghadapinya seperti yang dia lakukan (seperti membuat kecewa -pen), maka sungguh mereka telah membantu syaitan, karena itulah hendaknya mereka memberikan nasihat kepadanya, membalas keburukan dengan kebaikan sehingga orang yang bersabar akan kembali kepada kebenaran, lantas ia pun bisa mengawali amal perbuatan dengan baik.

Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman:

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Fushshilat: 34-36).

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kabar gembira kepada mereka yang menjawab seruan Allah Ta’ala ini, Allah Ta’ala menjanjikan kesuksesan dan kebahagiaan kepada mereka:

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Rabb-nya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)”. (QS. Ar-Ra’du: 22).

 

Kesabaran seperti ini mesti diracik dengan rasa kasih sayang kepada saudara kita, agar kita semakin akrab dan persatuan akan semakin kuat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan”. (QS. Al-Balad: 17-18)

 

Maka berbahagialah bagi siapa saja yang bisa menahan kendali dirinya dengan santun, menahan kemarahan dan emosi, juga senantiasa membalas keburukan dengan sesuatu yang lebih baik, karena etika seperti inilah yang akan membawa kita kepada jalan yang lebih lurus, merubah seorang musuh menjadi teman dekat.

Demikianlah, wahai saudaraku seiman! Hendaklah Anda bisa mengambil hati yang dicintai, yang dengannya barisan musuh bisa berkurang.

والله تعالى أعلم.

Referensi:

  1. Tarjamah Riyadhus Shalihin (2Jilid), Imam Nawawi, Takhrij: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Duta Ilmu
  2. Meniru Sabarnya Nabi, Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, Darul Ilmi
  3. Menjadi Tetangga Idaman, Syaikh Ali Hasan al-Halabi al-Atsari, Pustaka Ibnu Katsir

Semoga bermanfaat.

 

Dijawab oleh : Ustadz Abu Uwais Muhammad Yasin bin Sutan Muslim bin Amir bin  Syamsuddin.

Diperiksa oleh : Ustadz Yudi Kurnia, Lc.

 

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: grupislamsunnah.com

Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah

Instagram: instagram.com/grupislamsunnah

WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com

Telegram: t.me/s/grupislamsunnah

Telegram Soal Jawab: t.me/GiS_soaljawab

YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Ayo berbelanja di Merchandise GiS

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button