SBUMSBUM Akhwat

T 080. JUMLAH HEWAN YANG DIQURBANKAN PADA SAAT IDUL ADHA

Pendaftaran Grup Islam Sunnah (GiS)

JUMLAH HEWAN YANG DIQURBANKAN PADA SAAT IDUL ADHA

(Sobat Bertanya Ustadz Menjawab)

 

Pertanyaan

Nama : Ratih

Angkatan : 01

Grup : 062

Domisili :

بسم الله الرحمن الرحيم 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Ustadz beserta keluarga senantiasa dalam lindungan dan limpahan rahmat Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Aamiin…

Afwan Ustadz izin bertanya. 

Ustadz, apakah saya harus mempunyai 2 ekor kambing, jika ingin berqurban di saat Idul Adha (1 untuk saya dan 1 lagi untuk sedekah ke keluarga yg telah meninggal (Bapak & Kakak))?  Dan bagaimana hukumnya?

Mohon penjelasannya, Ustadz.

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم

 

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة اللّه وبركاته

بسم الله

Aamiin. Wa’iyyakum.

Pertanyaan yang sangat bagus sekali dari Ukhti Ratih hafizhakillah (Semoga Allah menjagamu).

Berikut penjelasannya:

Tidak harus memiliki 2 ekor kambing untuk qurban pada saat ‘Iedhul Adha, bahkan hal yang demikian bertentangan dengan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para Shahabatnya yang mana mereka ketika berqurban dengan seekor kambing, mereka niatkan untuk diri mereka dan keluarga. Bahkan Nabi juga niatkan untuk ummatnya yang belum mampu berqurban. Sebagaimana riwayat di bawah ini:

Dari Athaa’ bin Yassar, ia berkata: “Saya pernah bertanya kepada Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, “Bagaimana pelaksanaan qurban kalian pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam?”, Jawabnya, “Adalah seorang Shahabat pada periode Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya, lalu mereka memakannya dan membagikannya (kepada fakir miskin), kemudian manusia saling berbangga-bangga (dengan qurban-qurban mereka) seperti yang kau lihat sekarang ini”.

(Shahih: Shahih Ibnu Majah No. 2546, Ibnu Majah II: 1051 No. 3147 dan Tirmidzi III: 31 No. 1541).

 

Al-Fadhil Al-Ustadz Ammi Nur Baits hafizhahullah berkata:

“Qurban seekor kambing pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga shohibul qurban, meskipun jumlahnya banyak, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.”

“Tidak selayaknya seseorang mengkhususkan qurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu, misalnya qurban tahun ini untuk bapaknya, tahun depan untuk ibunya, tahun berikutnya untuk anak pertama dan seterusnya. Sesungguhnya karunia Allah dan kemurahan Allah sangat luas, maka tidak perlu dibatasi.”

“Bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berqurban untuk dirinya dan seluruh ummatnya. Suatu ketika beliau hendak menyembelih seekor kambing qurban, ketika menyembelih beliau mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ، وَاللَّهُ اَكبَرُ، هَذَا عَنِّي، وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ اُمَّتِي

“Bismillah. Wallahu Akbar, ini qurban dariku dan dari ummatku yang tidak berkurban”.

(HR. Abu Dawud no. 2810, Tirmidzi no. 1521 dan dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth).”

 

“Berdasarkan hadits ini Syaikh Ali Hasan al-Halaby rahimahullah berkata:

“Kaum Muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam”.

 

Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri berkata:

“Kambing hanya sah untuk satu orang, unta untuk tujuh (atau 10 -pen) orang, sapi untuk tujuh orang dan diperbolehkan berqurban untuk diri dan keluarganya baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Disunnahkan berqurban lebih dari satu bagi yang memiliki kelebihan harta.”

“Disunnahkan berqurban untuk orang yang masih hidup dan diperbolehkan untuk orang yang telah meninggal dunia dengan ikut kepada qurban orang yang masih hidup tidak berdiri sendiri (tidak hanya berkurban untuk orang yang telah meninggal tersebut), kecuali bagi orang yang telah berwasiat untuk itu.”

 

Kami tutup jawaban pertanyaan ini dari kesimpulan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, beliau berkata:

“Ini pertanyaan yang bagus, maka Sunnahnya adalah seorang menyembelih satu ekor kambing untuk dirinya dan keluarganya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melakukannya. Kita tahu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah makhluk yang paling mulia, namun beliau cukup (menyembelih) seekor saja. Sehingga Sunnah beliau adalah yang terbaik.”

“Tidak termasuk Sunnah qurban jika seseorang berqurban atas mayit secara khusus. Sunnahnya adalah seseorang berqurban atas dirinya dan keluarganya dan jika ia berniat untuk keluarganya yang masih hidup dan yang telah mati, maka karunia Allah Maha Luas dan tidak mengapa. Adapun dengan mengkhususkan kepada orang-orang yang sudah mati, tanpa menyebut orang yang masih hidup, maka bukan termasuk Sunnah dan tidak dinukil dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bahwa beliau berqurban atas salah seorang yang telah meninggal secara khusus.

 

Referensi:

  1. Fatwa-Fatwa Penting Dalam Sehari-Hari (2 Jilid), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Pustaka As-Sunnah.
  2. Al-Wajiz (Ensiklopedi Fiqih Islam Dalam Al-Qur’an & As-Sunnah As-Shahihah), Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi, Pustaka As-Sunnah.
  3. Ensiklopedi Islam Al-Kamil, Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri, Darus Sunnah.
  4. Fiqih Qurban (Tata Cara Berqurban Berdasarkan Al-Qur’an & As-Sunnah), Ustadz Ammi Nur Baits, Rumah Ilmu. 

Semoga bermanfaat.

والله تعالى أعلم

 

Dijawab oleh : Abu Uwais Muhammad Yasin bin Sutan Muslim bin Amir bin Syamsuddin. 

Diperiksa oleh : Ustadz Azhar Khalid Seff, Lc., M.A.

 

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: grupislamsunnah.com

Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah

Instagram: instagram.com/grupislamsunnah

WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com

Telegram: t.me/s/grupislamsunnah

Telegram Soal Jawab: t.me/GiS_soaljawab

YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Ayo berbelanja di Merchandise GiS

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button